Salah Menghitung Putaran Thawaf atau Sa’i: Apa yang Harus Dilakukan Jamaah?
Keramaian, kelelahan, dan hilangnya konsentrasi dapat membuat jamaah lupa apakah sedang berada pada putaran kelima, keenam, atau ketujuh. Dalam kondisi ragu, ada kaidah yang jelas agar jamaah tidak menebak-nebak hitungan.
08 September 2026

Panduan Fikih Ragu Hitungan Thawaf dan Sa'i: Ketentuan serta Solusi Praktisnya
1. Pentingnya Menjaga Konsentrasi Hitungan Putaran
- Thawaf diselesaikan sebanyak tujuh putaran, demikian pula sa’i terdiri dari tujuh perjalanan antara Shafa dan Marwah.
- Kesalahan yang cukup sering terjadi bukan karena jamaah tidak mengetahui jumlahnya, tetapi karena kehilangan hitungan di tengah ibadah.
- Sebelum memulai thawaf maupun sa’i, sebaiknya jamaah memahami cara menghitung dan tidak terlalu sibuk dengan ponsel, foto, atau percakapan yang dapat mengganggu konsentrasi.
2. Solusi Jika Ragu Saat Ibadah Masih Berlangsung
- Jika ragu ketika ibadah masih berlangsung, Buku Tuntunan Manasik Kementerian Agama memberikan pedoman yang sangat praktis: berpegang pada jumlah yang lebih sedikit.
- Contoh penerapan: Jika seseorang ragu apakah telah thawaf lima atau enam putaran, maka ia menghitungnya sebagai lima dan melanjutkan sampai yakin telah menyelesaikan tujuh.
- Pedoman yang sama ditegaskan Kemenag untuk keraguan dalam hitungan thawaf maupun sa’i.
3. Ketentuan Hukum Jika Ragu Muncul Setelah Ibadah Selesai
- Hal berbeda ketika keraguan baru muncul setelah seluruh ibadah selesai dan jamaah telah meninggalkan tempatnya.
- Para ulama membedakan antara sekadar muncul rasa ragu dengan keadaan seseorang benar-benar yakin telah meninggalkan satu putaran:
- Keraguan sesudah ibadah selesai: Pada dasarnya tidak perlu terus-menerus diikuti.
- Kepastian ada putaran yang tertinggal: Membutuhkan penanganan fikih tersendiri.
- Apabila jamaah benar-benar mengetahui telah kurang satu putaran atau ada persoalan setelah meninggalkan lokasi, segera tanyakan kepada pembimbing dan jangan mengambil kesimpulan sendiri.
4. Alat Bantu Praktis dan Pendampingan Sahabat Qolbu Travel
- Alat bantu hitungan secara praktis: Jamaah dapat menggunakan hitungan jari, alat penghitung sederhana (tasbih digital), atau saling mengingatkan dengan pendamping, tetapi jangan menjadikan alat tersebut sebagai sumber kepanikan baru.
- Fokus utama tetap pada ketenangan dan memastikan setiap lintasan diselesaikan dengan benar.
- Dalam pendampingan Sahabat Qolbu Travel, manasik digunakan untuk membantu jamaah memahami urutan thawaf, sa’i, dan tahallul sebelum menghadapi kondisi nyata di Tanah Suci.
Kesimpulan
Jika ragu dalam hitungan ketika masih melakukan thawaf atau sa’i, ambil jumlah yang lebih sedikit lalu sempurnakan hingga tujuh. Jangan menambah putaran hanya berdasarkan kecemasan setelah semuanya selesai. Jika ternyata ada kekurangan yang benar-benar diketahui, segera konsultasikan kepada pembimbing ibadah, karena penyelesaiannya dapat bergantung pada kapan kekurangan itu diketahui dan tahap umrah yang telah dilakukan.
Komentar
Belum ada komentar di perangkat ini.