Sa'i Mengajarkan Ikhtiar: Pelajaran Besar dari Perjalanan Hajar
Di balik perjalanan antara Shafa dan Marwah terdapat kisah yang sangat menyentuh tentang Hajar, ibunda Nabi Ismail 'alaihissalam. Kisah sahih tersebut dapat menjadi bahan renungan tentang bagaimana seorang hamba berusaha sekuat kemampuan sambil tetap bergantung kepada pertolongan Allah.
04 September 2026

Kisah Asal-usul Sa'i dalam Hadis Sahih
Dalam Sahih al-Bukhari diceritakan bahwa Hajar berada di lembah Makkah bersama Ismail yang masih kecil ketika persediaan air habis. Ia kemudian mencari pertolongan dengan bergerak antara Shafa dan Marwah, melihat apakah ada seseorang yang dapat membantu. Hajar mengulanginya sebanyak tujuh kali, hingga kemudian Allah memberikan pertolongan melalui munculnya air Zamzam. Nabi ﷺ menyebut peristiwa tersebut sebagai asal perjalanan manusia antara Shafa dan Marwah.
Pelajaran Spiritual dari Peristiwa Sa'i:
-
1. Keseimbangan Antara Ikhtiar dan Tawakal
- Hajar tidak hanya menunggu, tetapi bergerak, mencari, kembali, lalu berusaha lagi. Pada saat yang sama, pertolongan akhirnya datang dengan cara yang Allah kehendaki.
- Prinsip ini selaras dengan petunjuk Al-Qur'an: setelah seseorang membulatkan tekad dan melakukan upaya, ia diperintahkan bertawakal kepada Allah. Ini adalah refleksi dari kisah tersebut, bukan penetapan bahwa setiap lintasan sa'i memiliki simbol atau makna ritual tertentu.
-
2. Hasil Tidak Selalu Datang pada Usaha Pertama
- Hajar bergerak berulang kali sebelum datang pertolongan.
- Dalam kehidupan, calon jamaah mungkin menghadapi proses panjang—menabung, menjaga kesehatan, mempersiapkan dokumen, atau menunggu waktu yang memungkinkan.
- Islam tidak mengajarkan pasrah tanpa usaha; pada saat yang sama, usaha tidak membuat manusia merasa bahwa hasil sepenuhnya berada di tangannya. Ikhtiar dilakukan, doa dipanjatkan, kemudian hasil diserahkan kepada Allah.
-
3. Tetap Berpegang pada Tuntunan Syariat
- Yang terpenting, jangan mengubah pelajaran reflektif menjadi tata cara ibadah baru.
- Sa'i tetap dilaksanakan sebagaimana tuntunan syariat: dimulai dari Shafa, tujuh lintasan, dan berakhir di Marwah.
- Allah sendiri menyebut Shafa dan Marwah sebagai bagian dari syiar-Nya.
Kesimpulan
Kisah Hajar membuat sa'i terasa lebih hidup: bergerak ketika keadaan sulit, tidak kehilangan harapan, terus berikhtiar, dan tetap menggantungkan hati kepada Allah. Karena itu, mempelajari sejarah dan tuntunan ibadah sebelum berangkat membantu jamaah tidak hanya mengetahui apa yang dilakukan, tetapi juga memahami konteksnya. Semangat edukasi dan pembekalan ibadah seperti inilah yang menjadi bagian dari pendekatan Sahabat Qolbu Travel kepada jamaah.
Komentar
Belum ada komentar di perangkat ini.