Semua Artikel
PANDUAN3 menit baca

Pertama Kali Umroh? Ini Panduan dari Persiapan hingga Kembali ke Tanah Air

Berangkat umroh untuk pertama kali sering menghadirkan campuran bahagia, haru, dan rasa khawatir karena belum mengetahui apa yang akan dihadapi. Kuncinya bukan menghafal semuanya sekaligus, melainkan mempersiapkan perjalanan secara bertahap: travel dan program, dokumen, kesehatan, manasik, pelaksanaan ibadah, hingga persiapan pulang ke Indonesia.

03 September 2026

Pertama Kali Umroh? Ini Panduan dari Persiapan hingga Kembali ke Tanah Air

1. Langkah pertama adalah memastikan program perjalanan jelas sebelum mendaftar. Kementerian Agama RI mengingatkan calon jamaah melalui prinsip “5 Pasti Umrah”:

  • Memastikan travel merupakan PPIU berizin,
  • Tiket dan jadwal penerbangan jelas,
  • Harga serta layanan paket diketahui,
  • Akomodasi dipastikan, dan
  • Visa resmi.

Jangan hanya bertanya, “Berapa harganya?” Calon jamaah pertama kali sebaiknya memahami tanggal perjalanan, maskapai dan rute, hotel Makkah–Madinah, fasilitas, ketentuan program, serta siapa yang mendampingi. Dalam sistem Sahabat Qolbu Travel, informasi program memang diarahkan untuk disampaikan secara terbuka, sedangkan alur jamaah berlangsung mulai dari konsultasi, pendaftaran, dan pemeriksaan dokumen hingga manasik, keberangkatan, pendampingan perjalanan, dan kepulangan.

2. Langkah kedua adalah mempersiapkan dokumen dan kesehatan jauh sebelum hari keberangkatan. Pastikan paspor, visa, dokumen perjalanan, tiket, serta dokumen kesehatan yang dipersyaratkan telah diperiksa. Untuk ketentuan kesehatan Umrah 1447H/2026, Kementerian Kesehatan Arab Saudi mewajibkan:

  • Vaksin meningokokus yang memenuhi ketentuan masa berlaku,
  • Bagi kedatangan dari Indonesia, dokumen 2026 juga mencantumkan ketentuan vaksin polio tertentu,
  • Ketentuan khusus COVID-19 berlaku bagi kelompok tertentu seperti usia di atas 65 tahun dan beberapa kondisi kesehatan.

Karena aturan dapat diperbarui, calon jamaah perlu mengeceknya kembali menjelang keberangkatan melalui sumber resmi dan travel. Jamaah dengan penyakit kronis juga dianjurkan membawa obat rutin dalam kemasan aslinya dan informasi mengenai kondisi medisnya.

3. Langkah ketiga adalah mempersiapkan ilmu sebelum mempersiapkan koper. Pelajari melalui manasik tentang:

  • Ihram dan miqat,
  • Thawaf, sa'i, dan tahallul,
  • Larangan ihram, serta
  • Tata tertib perjalanan bersama rombongan.

Setelah tiba di Arab Saudi, ikuti arahan pembimbing dan jangan ragu bertanya ketika belum memahami suatu bagian ibadah. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga menjelaskan bahwa jamaah harus memperoleh izin/permit Umrah melalui aplikasi Nusuk sebelum menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan Umrah. Sahabat Qolbu sendiri menempatkan manasik dan pendampingan jamaah sebagai bagian dari proses pelayanan sebelum maupun selama perjalanan, sehingga jamaah pertama kali tidak hanya mengetahui ke mana harus pergi, tetapi juga memahami apa yang sedang dikerjakan.

Saat berada di Tanah Suci, jangan merasa harus melakukan semuanya sekaligus. Jaga tenaga, cukup minum, makan teratur, kenali titik berkumpul rombongan, simpan identitas dan kontak pendamping, serta ikuti itinerary. Pedoman kesehatan Saudi secara khusus mengingatkan jamaah untuk:

  • Menjaga kebersihan tangan,
  • Berhati-hati terhadap penyakit pernapasan, dan
  • Menghindari paparan matahari langsung serta menjaga kecukupan cairan—terutama bagi jamaah usia lanjut.

Di tengah padatnya agenda, ingat bahwa tujuan utama perjalanan adalah ibadah; city tour, hotel, penerbangan, dan fasilitas merupakan sarana untuk membantu perjalanan, bukan tujuan akhirnya.

Kesimpulan

Umroh pertama akan terasa jauh lebih tenang ketika dipersiapkan dengan ilmu dan informasi yang benar. Mulailah dari memastikan travel dan paket, lengkapi dokumen serta kesehatan, ikuti manasik, pahami alur perjalanan, jalankan ibadah dengan tertib, kemudian pastikan kembali dokumen dan barang sebelum kepulangan ke Tanah Air. Dan setelah perjalanan selesai, bagian terindah justru dimulai: menjaga semangat ibadah, doa, kedisiplinan, dan perubahan baik yang dibawa pulang dari Baitullah. Sahabat Qolbu Travel memandang perjalanan jamaah bukan hanya sampai keberangkatan, tetapi sebagai proses pendampingan dari persiapan hingga kembali ke Indonesia. Berangkat Umroh, Pulang Berhijrah.

Komentar

Belum ada komentar di perangkat ini.