Semua Artikel
UMRAH2 menit baca

Menyentuh Ka’bah Saat Thawaf: Sunnah atau Tidak?

Melihat Ka’bah dari dekat sering menghadirkan rasa haru yang mendalam hingga jemaah ingin menyentuh atau mengusapnya. Namun, tidak semua bagian Ka’bah disunnahkan untuk disentuh saat tawaf.

14 September 2026

Menyentuh Ka’bah Saat Thawaf: Sunnah atau Tidak?

1. Tuntunan Istilam Pada Hajar Aswad dan Rukun Yamani

  • Saat melakukan thawaf, tuntunan yang dikenal dari Nabi ﷺ adalah melakukan istilam pada Hajar Aswad dan Rukun Yamani apabila memungkinkan.
  • Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma meriwayatkan bahwa beliau tidak melihat Rasulullah ﷺ menyentuh bagian Ka’bah kecuali dua rukun tersebut.
  • Hajar Aswad: Disunnahkan untuk disentuh dan dicium jika keadaan memungkinkan tanpa berdesakan.

2. Perbedaan Tata Cara Antara Hajar Aswad dan Rukun Yamani

  • Rukun Yamani: Cukup disentuh dengan tangan dan tidak dicium. Jika tidak dapat menjangkaunya karena kepadatan, jamaah tidak perlu memaksakan diri.
  • Penggunaan Isyarat Tangan:
    • Hajar Aswad: Apabila tidak memungkinkan mendekat, jamaah dapat mengisyaratkan tangan ke arahnya sambil bertakbir.
    • Rukun Yamani: Tidak disyariatkan untuk diberi isyarat ketika tidak dapat disentuh.

3. Hukum Mengusap Dinding, Kiswah, dan Pintu Ka'bah

  • Bagaimana dengan dinding Ka’bah, Kiswah, pintu Ka’bah, atau sudut lainnya? Menyentuhnya secara tidak sengaja tentu bukan persoalan.
  • Hukum Mengusap Sengaja: Sengaja mengusap bagian-bagian tersebut dengan keyakinan bahwa tindakan itu merupakan sunnah thawaf atau untuk mencari keberkahan (ngalap berkah/tabarruk) tidak memiliki tuntunan yang sahih dari Nabi ﷺ.
  • Rasa cinta kepada Baitullah sebaiknya diwujudkan dengan mengikuti tata cara ibadah yang telah dicontohkan Rasulullah ﷺ.

4. Menjauhi Mudarat dan Edukasi Sahabat Qolbu Travel

  • Larangan Menyakiti Jamaah Lain: Jangan sampai mengejar sunnah justru menyebabkan jamaah lain tersakiti. Berdesakan, mendorong, atau memaksa mendekati Hajar Aswad sangat tidak dianjurkan.
  • Utamakan Keselamatan: Jika kondisi sangat padat, melanjutkan thawaf dengan tenang jauh lebih utama daripada menciptakan mudarat bagi diri sendiri maupun orang lain.
  • Pendampingan Sahabat Qolbu Travel: Pendampingan manasik bersama Sahabat Qolbu Travel dapat membantu jamaah memahami detail-detail fikih ibadah seperti ini sebelum tiba di Tanah Suci.

Kesimpulan

Saat thawaf, sunnah menyentuh secara khusus hanya berkaitan dengan Hajar Aswad dan Rukun Yamani, dengan tata cara masing-masing. Bagian Ka’bah lainnya tidak perlu sengaja diusap untuk tujuan ibadah. Dengan memahami hal ini, jamaah dapat menjalankan thawaf dengan lebih tenang, tertib, dan sesuai sunnah.

Komentar

Belum ada komentar di perangkat ini.