Makkah dan Madinah Menjadi Pusat Ledakan Pembangunan Hotel Saudi
Makkah dan Madinah sedang menjadi pusat ekspansi hospitality Arab Saudi. Knight Frank mencatat sekitar 218.000 kamar hotel, branded residence, dan serviced apartment direncanakan dalam proyek-proyek besar di kedua kota suci, sementara Rua Al Madinah sendiri menargetkan sekitar 47.000 kamar hotel pada 2030. Pertumbuhan ini akan memperluas pilihan akomodasi bagi jamaah Haji dan Umroh.
29 September 2026

Pertumbuhan hotel di Arab Saudi semakin kuat, dan Makkah serta Madinah menjadi dua pusat pengembangan terbesarnya. Dalam Saudi Arabia Hospitality Market Review 2026, Knight Frank mencatat 105.225 kamar hotel sedang dibangun atau berada pada tahap perencanaan lanjutan di seluruh Saudi. Untuk proyek-proyek besar di Makkah dan Madinah sendiri, terdapat sekitar 218.000 kamar hotel, branded residence, dan serviced apartment yang direncanakan. Angka ini menunjukkan betapa besarnya investasi yang sedang diarahkan ke dua kota suci tersebut.
đź•‹ Makkah Tetap Menjadi Pasar Hotel Utama
Permintaan dari jamaah Haji dan Umroh menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan tersebut. Knight Frank mencatat Makkah tetap menjadi salah satu pasar hospitality dengan performa kuat; pada Januari–April 2026, rata-rata tarif kamar harian mencapai sekitar SAR775, sementara pendapatan per kamar tersedia tumbuh 4,7% dibanding tahun sebelumnya. Pengembangan kawasan besar seperti Masar Makkah dan proyek-proyek baru di sekitar Masjidil Haram ikut menambah kapasitas akomodasi kota.
🕌 Madinah Juga Bersiap Menambah Puluhan Ribu Kamar
Di Madinah, pertumbuhannya tidak kalah besar. Rua Al Madinah Holding, perusahaan milik PIF, secara resmi menargetkan sekitar 47.000 kamar hotel pada 2030 melalui proyek Rua Al Madinah yang berada di dekat Masjid Nabawi. Proyek ini juga dirancang dengan jaringan transportasi terintegrasi dan ruang terbuka untuk mempermudah pergerakan jamaah dan pengunjung menuju kawasan Masjid Nabawi.
🏨 Pilihan Hotel Jamaah Akan Semakin Beragam
Pembangunan tersebut juga membawa semakin banyak merek hotel internasional dan pilihan kelas akomodasi. Knight Frank menyebut proyek-proyek besar di dua kota suci mencakup Rua Al Haram, Rua Al Madinah, Knowledge Economic City, Masar Makkah, Thakher Makkah, dan sejumlah pengembangan lainnya. Di Madinah saja, Rua Al Madinah telah bekerja sama dengan berbagai operator global; salah satunya IHG untuk menghadirkan Crowne Plaza Rua Al Madinah dan Holiday Inn Rua Al Madinah dengan total 2.334 kamar.
đź’› Apa Artinya bagi Jamaah Umroh?
Bagi calon jamaah, perkembangan ini berpotensi membuat pilihan hotel di Makkah dan Madinah semakin beragam—mulai dari kategori yang lebih efisien hingga hotel premium. Namun, jumlah hotel yang bertambah tidak otomatis berarti semua pilihan akan sama cocoknya. Jamaah tetap perlu mempertimbangkan jarak dan jalur menuju masjid, fasilitas, tipe kamar, kondisi fisik, serta harga paket. Yang jelas, data terbaru menunjukkan Makkah dan Madinah sedang mengalami transformasi besar dalam sektor hospitality seiring Saudi memperbesar kapasitasnya untuk melayani jamaah dan wisatawan.
Komentar
Belum ada komentar di perangkat ini.