Makkah dan Madinah Bersiap Tambah Ratusan Ribu Kamar: Jamaah Umroh Bakal Punya Lebih Banyak Pilihan Hotel
Makkah dan Madinah sedang memasuki fase ekspansi besar sektor akomodasi. Laporan Knight Frank Saudi Arabia Hospitality Market Review 2026 mencatat bahwa lebih dari 218.000 unit akomodasi berupa kamar hotel, branded residences, dan serviced apartments direncanakan dalam berbagai proyek besar di dua Kota Suci. Proyek tersebut mencakup Rua Al Haram, Rua Al Madinah, Dar Al Hijrah Pilgrim City, Knowledge Economic City, Masar Makkah, hingga Thakher Makkah.
16 Oktober 2026

Pembuka
Salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan calon jamaah Umroh adalah:
“Hotelnya dekat Masjid atau tidak?”
Pertanyaan itu sangat wajar. Hotel menjadi salah satu faktor terbesar yang menentukan kenyamanan perjalanan Umroh, khususnya bagi jamaah lansia, keluarga dengan anak, maupun jamaah yang ingin lebih mudah pergi dan kembali dari masjid.
Kabar menariknya, kapasitas akomodasi di Makkah dan Madinah sedang dipersiapkan dalam skala sangat besar.
Menurut Knight Frank, lebih dari 218.000 kamar hotel, branded residences, dan serviced apartments direncanakan melalui sejumlah proyek besar di Makkah dan Madinah. Investasi besar ini merupakan bagian dari pengembangan kapasitas dua Kota Suci untuk menghadapi pertumbuhan jamaah Haji dan Umroh di masa mendatang.
1. Lebih dari 218.000 Unit Akomodasi Direncanakan
Angka 218.000 perlu dipahami dengan tepat.
Ini bukan berarti 218.000 kamar hotel baru sudah tersedia sekarang.
Knight Frank menyebut angka tersebut sebagai gabungan rencana:
- Kamar hotel
- Branded residences
- Serviced apartments yang berada dalam berbagai proyek besar di Makkah dan Madinah. Knight Frank SA Artinya, kapasitas akomodasi akan bertambah secara bertahap, seiring penyelesaian masing-masing proyek.
2. Proyek Besar Sedang Mengubah Wajah Makkah dan Madinah
Beberapa proyek yang disebut dalam laporan tersebut antara lain:
- Rua Al Haram
- Rua Al Madinah
- Dar Al Hijrah Pilgrim City
- Knowledge Economic City
- Masar Makkah
- Thakher Makkah
Proyek-proyek ini bukan sekadar pembangunan hotel.
Sebagian merupakan pengembangan kawasan berskala besar yang menggabungkan akomodasi, fasilitas komersial, transportasi, hingga pelayanan bagi jamaah. Knight Frank SA
3. Mengapa Arab Saudi Membutuhkan Banyak Hotel Baru?
Jawabannya sederhana: jumlah jamaah diproyeksikan terus meningkat.
Saudi Arabia menargetkan sekitar 30 juta jamaah Haji dan Umroh per tahun pada 2030. Kapasitas hotel, transportasi, bandara, dan berbagai fasilitas pendukung harus berkembang untuk mengakomodasi peningkatan tersebut.
Karena itu, pembangunan hotel di dua Kota Suci bukan hanya proyek properti.
Ini juga menjadi bagian dari pengembangan ekosistem pelayanan jamaah.
4. Makkah Tetap Menjadi Pasar Hotel yang Sangat Kuat
Permintaan hotel di Makkah tetap tinggi.
Dalam laporan 2026, Knight Frank mencatat Makkah sebagai salah satu pasar hospitality dengan performa kuat, dengan rata-rata tarif harian hotel atau ADR sekitar SAR775.
Tingginya permintaan ini tidak mengherankan. Jamaah Umroh membutuhkan akomodasi yang relatif dekat dengan Masjidil Haram atau setidaknya memiliki akses perjalanan yang nyaman.
Karena itu, hotel di Makkah tetap menjadi komponen penting dalam harga paket Umroh.
5. Madinah Juga Menunjukkan Permintaan Tinggi
Madinah juga mencatat kinerja yang kuat.
Knight Frank melaporkan rata-rata tingkat okupansi hotel Madinah sekitar 76% pada periode yang dibahas dalam laporan 2026.
Permintaan terutama datang dari jamaah yang ingin tinggal di sekitar Masjid Nabawi, khususnya kawasan yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki.
Bagi jamaah lansia, jarak hotel di Madinah sering kali menjadi pertimbangan yang sangat penting.
6. Apakah Bertambahnya Hotel Berarti Harga Akan Lebih Murah?
Belum tentu. Lebih banyak suplai biasanya menciptakan lebih banyak pilihan dan kompetisi.
Namun harga hotel tetap dipengaruhi banyak faktor:
- Musim keberangkatan
- Ramadan
- Liburan sekolah
- Jarak dari Haram atau Nabawi
- Kategori hotel
- Jenis kamar
- Durasi tinggal
- Permintaan jamaah
- Ketersediaan kamar
- Kontrak travel dengan hotel Jadi pertambahan hotel tidak otomatis membuat semua paket Umroh murah.
7. Tantangan Berikutnya: Hotel Terjangkau
Knight Frank juga menyoroti bahwa lebih dari separuh pipeline hotel Saudi terkonsentrasi pada segmen luxury dan upper-upscale.
Artinya, pembangunan hotel baru banyak bergerak di segmen atas.
Mereka menilai pengembangan hotel midscale dan budget juga penting karena sebagian besar wisatawan dan jamaah tetap membutuhkan akomodasi dengan harga yang lebih terjangkau.
Bagi jamaah Umroh, hal ini penting.
Lebih banyak hotel belum tentu berarti lebih banyak pilihan murah jika pembangunan justru terkonsentrasi pada hotel premium.
8. Apakah Akan Ada Lebih Banyak Hotel Dekat Masjidil Haram?
Potensinya ada, tetapi lokasi tetap harus diperiksa satu per satu.
Di Makkah, hotel dapat berada:
sangat dekat Haram → beberapa ratus meter → hingga kawasan yang membutuhkan shuttle atau transportasi.
Karena itu jangan menilai hotel hanya dari bintangnya.
Hotel bintang 5 yang lebih jauh belum tentu lebih nyaman bagi jamaah tertentu dibanding hotel sederhana tetapi dapat ditempuh berjalan kaki.
9. Begitu Juga dengan Hotel Madinah
Di Madinah, perbedaan lokasi beberapa ratus meter dapat terasa signifikan.
Terutama bagi:
- Jamaah lansia
- Pengguna kursi roda
- Jamaah dengan keterbatasan mobilitas
- Keluarga dengan anak
- Jamaah yang ingin sering kembali ke Masjid Nabawi Karena itu, sebelum memilih paket tanyakan:
Berapa jarak hotel sebenarnya dari Masjid Nabawi? Bukan hanya: Hotelnya bintang berapa?
10. Jangan Salah Memahami Istilah “Setaraf”
Dengan semakin banyaknya hotel di Makkah dan Madinah, istilah:
Hotel A / setaraf
kemungkinan tetap banyak ditemukan pada paket Umroh.
Calon jamaah sebaiknya memahami apa arti “setaraf”.
Tanyakan apakah kesetaraannya berdasarkan:
- Kategori hotel
- Lokasi
- Fasilitas
- Standar kamar
- Akses ke Masjid
- Atau kombinasi beberapa faktor Semakin transparan informasinya, semakin mudah keluarga menentukan pilihan.
11. Persaingan Hotel Bisa Menguntungkan Jamaah
Dalam jangka panjang, bertambahnya suplai berpotensi memberikan manfaat berupa:
- Lebih banyak pilihan hotel
- Lebih banyak kategori harga
- Persaingan pelayanan
- Alternatif rooming lebih banyak
- Peluang mendapat lokasi yang lebih sesuai
- Pilihan paket lebih beragam Namun manfaat tersebut akan muncul bertahap, seiring proyek selesai dan kamar benar-benar masuk ke pasar.
12. Jangan Hanya Memilih Berdasarkan Foto Hotel
Foto hotel yang menarik belum cukup.
Calon jamaah sebaiknya memeriksa:
Nama hotel → lokasi → jarak → akses → fasilitas → jenis kamar → kepastian dalam program.
Jika travel menggunakan istilah “atau setaraf”, pastikan mekanisme penggantinya dijelaskan.
Hal ini semakin penting setelah Arab Saudi meningkatkan pengawasan terhadap penyedia layanan dan akomodasi jamaah Umroh.
Poin Penting untuk Jamaah
Ketika membandingkan hotel Makkah dan Madinah, perhatikan:
- Nama hotel
- Lokasi hotel
- Jarak ke Masjidil Haram/Masjid Nabawi
- Jalan kaki atau shuttle
- Kategori hotel
- Pilihan Quad, Triple, atau Double
- Sarapan/full board sesuai program
- Lift dan aksesibilitas
- Fasilitas
- Kebijakan “hotel/setaraf”
- Harga paket secara keseluruhan
Apa Artinya untuk Jamaah Indonesia?
Indonesia termasuk salah satu pasar jamaah terbesar bagi Arab Saudi. Knight Frank juga menyebut Indonesia bersama Pakistan, India, Bangladesh, dan Nigeria sebagai pasar utama jamaah internasional Haji.
Karena itu, ekspansi akomodasi Makkah–Madinah memiliki relevansi langsung bagi pasar perjalanan ibadah Indonesia.
Dalam beberapa tahun ke depan, travel berpotensi memiliki lebih banyak alternatif hotel dan konfigurasi paket.
Namun calon jamaah tetap perlu membandingkan kualitas secara objektif.
Kesimpulan
Makkah dan Madinah sedang menghadapi transformasi besar di sektor hospitality.
Lebih dari 218.000 unit berupa kamar hotel, branded residences, dan serviced apartments direncanakan dalam berbagai proyek utama di dua Kota Suci. Ekspansi ini dilakukan sejalan dengan ambisi Arab Saudi meningkatkan kapasitas untuk melayani hingga 30 juta jamaah Haji dan Umroh per tahun pada 2030.
Bagi jamaah, perkembangan ini membuka peluang memiliki lebih banyak pilihan akomodasi.
Tetapi jangan berhenti pada pertanyaan:
“Hotelnya bagus atau tidak?”
Pertanyaan yang lebih penting adalah:
“Di mana lokasinya, bagaimana aksesnya, berapa jaraknya, fasilitasnya apa, dan apakah cocok dengan kebutuhan keluarga kami?”
Karena dalam perjalanan Umroh, hotel terbaik bukan selalu hotel paling mahal.
Hotel terbaik adalah yang paling sesuai dengan kebutuhan jamaah dan mendukung kenyamanan ibadah.
Komentar
Belum ada komentar di perangkat ini.