Semua Artikel
UMRAH3 menit baca

Larangan-Larangan Ihram yang Wajib Diketahui Jamaah Umroh

Ketika telah berniat dan memasuki keadaan ihram, jamaah umroh wajib menjaga diri dari sejumlah perbuatan yang disebut larangan ihram. Memahami larangan ini sejak sebelum berangkat sangat penting agar jamaah dapat melaksanakan rangkaian ibadah dengan lebih tenang dan sesuai tuntunan.

18 September 2026

Larangan-Larangan Ihram yang Wajib Diketahui Jamaah Umroh

Larangan-Larangan Ihram yang Wajib Diketahui Jamaah Umrah

1. Hakikat Ihram dan Edukasi Pengelola Hajj & Umrah

  • Ihram bukan sekadar mengenakan kain ihram, melainkan keadaan ibadah yang dimulai ketika seseorang berniat masuk ke dalam manasik umrah atau haji.
  • Panduan Resmi Ministry of Hajj and Umrah Arab Saudi mengingatkan jamaah untuk mempelajari tata cara dan hukum umrah sebelum perjalanan, serta menjelaskan bahwa setelah masuk ihram terdapat sejumlah larangan yang wajib dijaga.

2. Larangan Ihram yang Masuk Dalam Dalil Al-Qur'an dan Kesepakatan Ulama

  • Larangan Umum bagi Setiap Jamaah:
    • Sengaja mengambil, memotong, atau mencabut rambut dan kuku,
    • Menggunakan wewangian (waddah/parfum) setelah berniat masuk ihram,
    • Melakukan hubungan suami istri (jima') maupun pendahuluannya (rafats), serta
    • Berburu hewan darat di Tanah Haram maupun kawasan miqat.
  • Landasan Ayat Al-Qur'an:
    • QS. Al-Baqarah ayat 196: Mengatur secara khusus mengenai larangan mencukur kepala sebelum waktunya (tahallul).
    • QS. Al-Ma'idah ayat 95–96: Menegaskan larangan keras berburu hewan darat ketika sedang ihram.
  • Klasifikasi Ulama: Para ulama memasukkan memotong rambut, kuku, memakai wewangian, berburu, akad nikah, hubungan seksual, dan aktivitas yang mengarah kepadanya sebagai pilar utama larangan ihram.

3. Perbedaan Larangan Antara Jamaah Laki-Laki dan Perempuan

  • Ketentuan Bagi Laki-Laki:
    • Nabi ﷺ melarang penggunaan pakaian tertentu yang dibentuk mengikuti lekuk tubuh (seperti kemeja, celana, penutup kepala/peci, dan pakaian sejenis) selama ihram.
    • Pengertian Pakaian Berjahit: Istilah “pakaian berjahit” (makhyith) sebaiknya dipahami dengan tepat: masalahnya bukan semata-mata pada benang jahitannya, melainkan pada jenis pakaian biasa yang dibuat mengikuti/membentuk anggota tubuh.
  • Ketentuan Bagi Perempuan (Muhrimah):
    • Nabi ﷺ secara khusus melarang penggunaan niqab (cadar) dan sarung tangan selama dalam keadaan ihram.

4. Larangan Terkait Pernikahan dan Penyelesaian Hukum Fidyah

  • Landasan Hadis Sahih: Dalam Sahih Muslim disebutkan bahwa orang yang sedang ihram tidak boleh melakukan akad nikah, menikahkan orang lain, maupun melamar.
  • Penanganan Pelanggaran & Fidyah: Konsekuensi fikih setiap pelanggaran dapat berbeda—tergantung jenis pelanggaran, keadaan, dan apakah dilakukan karena lupa, tidak tahu, terpaksa, atau sengaja.
  • Anjuran Kebijakan: Jamaah sebaiknya tidak langsung menetapkan sendiri kewajiban fidyah tanpa meminta penjelasan dari pembimbing yang memahami fikih manasik.

Kesimpulan

Memahami larangan-larangan ihram adalah bagian penting dari persiapan umrah. Jamaah perlu mengetahui aturan mengenai rambut dan kuku, wewangian, pakaian, hubungan suami istri, akad nikah, hingga berburu sebelum memasuki miqat.

Melalui pembekalan manasik dan pendampingan selama perjalanan, Sahabat Qolbu Travel membantu jamaah memahami setiap tahapan ibadah secara lebih terarah sehingga perjalanan ke Tanah Suci tidak hanya nyaman, tetapi juga dilaksanakan dengan ilmu dan mengikuti tuntunan yang benar.

Komentar

Belum ada komentar di perangkat ini.