Semua Artikel
HOTEL3 menit baca

Hotel Madinah Makin Penuh! Okupansi Tembus 81,3%, Jamaah Umroh Perlu Booking Lebih Awal?

Tingginya kunjungan jamaah Umroh dan wisata religi membuat industri perhotelan Madinah semakin sibuk. Pada kuartal pertama 2026, tingkat okupansi hotel di Madinah tercatat mencapai 81,3% menurut laporan JLL. Kondisi ini menjadi pengingat bagi calon jamaah bahwa pemilihan hotel, lokasi, dan waktu keberangkatan sebaiknya tidak dilakukan terlalu mendadak.

05 Oktober 2026

Hotel Madinah Makin Penuh! Okupansi Tembus 81,3%, Jamaah Umroh Perlu Booking Lebih Awal?

Madinah Semakin Ramai, Okupansi Hotel Tembus 81,3%

Madinah kembali menunjukkan betapa besarnya daya tarik Kota Nabi bagi jamaah dari seluruh dunia. Pada kuartal pertama 2026, tingkat okupansi hotel di Madinah tercatat mencapai 81,3%, lebih tinggi dibandingkan Makkah yang berada di angka 78,6% dalam laporan JLL. Permintaan tersebut antara lain didorong oleh perjalanan Umrah dan Ramadan. Data Kementerian Pariwisata Saudi juga menunjukkan angka yang hampir sama, yakni sekitar 82%, menjadikan Madinah sebagai kota dengan tingkat okupansi fasilitas hospitality tertinggi di Arab Saudi pada periode tersebut.

Kenapa Hotel di Madinah Bisa Begitu Penuh?

Bagi jamaah Umroh, Madinah bukan sekadar kota untuk menginap. Banyak jamaah ingin memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi serta menikmati suasana Madinah sebelum atau sesudah menuju Makkah. Tingginya arus kunjungan ini ikut mendorong kebutuhan kamar hotel. Madinah bahkan menerima lebih dari 21 juta pengunjung sepanjang 2025, naik 16,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Di saat yang sama, pengeluaran wisata di kota tersebut meningkat sekitar 22% menjadi SR52 miliar.

Banyak Hotel, Tapi Lokasi Nyaman Tetap Jadi Rebutan

Menariknya, tingginya okupansi terjadi meskipun kapasitas akomodasi Madinah terus bertambah. Hingga 2026, kota ini telah memiliki lebih dari 76.000 kamar dan sekitar 610 fasilitas hospitality berlisensi. Bahkan tiga proyek hotel baru dengan total sekitar 1.500 kamar sedang dikembangkan di kawasan pusat Madinah. Namun bagi jamaah Umroh, jumlah kamar bukan satu-satunya pertimbangan. Hotel yang sesuai kebutuhan—terutama dari sisi lokasi, akses menuju Masjid Nabawi, kenyamanan keluarga, dan kemudahan bagi jamaah lansia—tetap memiliki daya tarik tersendiri.

Perlukah Jamaah Booking Umroh Lebih Awal?

Angka okupansi 81,3% bukan berarti hotel Madinah selalu penuh sepanjang tahun. Tingkat ketersediaan kamar dapat berubah sesuai musim, Ramadan, liburan, jadwal penerbangan, serta tingginya kedatangan jamaah pada periode tertentu. Namun data tersebut memberikan satu pelajaran penting: jangan menjadikan hotel sebagai pertimbangan terakhir ketika merencanakan Umroh. Semakin mendekati periode ramai, pilihan hotel dan tipe kamar yang sesuai kebutuhan keluarga dapat menjadi lebih terbatas. Karena itu, calon jamaah sebaiknya mengecek jadwal keberangkatan, hotel, tipe kamar, serta detail paket lebih awal sebelum mengambil keputusan.

Jangan Hanya Lihat Harga, Perhatikan Hotel dan Kenyamanan Ibadah

Paket Umroh dengan harga menarik tentu menggoda, tetapi perjalanan ke Tanah Suci tidak hanya berlangsung beberapa jam. Jamaah akan menjalani rangkaian ibadah dan aktivitas selama beberapa hari sehingga kualitas istirahat menjadi bagian penting dari pengalaman perjalanan. Terutama jika berangkat bersama ayah, ibu, anak, atau anggota keluarga lanjut usia, pertanyaan seperti “hotelnya di mana?”, “bagaimana akses ke Masjid Nabawi?”, dan “apakah sesuai untuk kebutuhan keluarga?” seharusnya mendapat perhatian yang sama besarnya dengan pertanyaan mengenai harga. Dengan Madinah yang semakin ramai, merencanakan perjalanan lebih awal dapat memberikan calon jamaah lebih banyak ruang untuk memilih paket Umroh yang benar-benar sesuai kebutuhan.

Komentar

Belum ada komentar di perangkat ini.