Semua Artikel
PANDUAN8 menit baca

Amalan-amalan Sunnah yang Sering Terlupakan saat Umrah: Panduan Lengkap untuk Calon Jamaah

Amalan-amalan Sunnah yang Sering Terlupakan saat Umrah: Panduan Lengkap untuk Calon Jamaah - Amalan amalan Sunnah yang Sering Terlupakan saat Umrah: Panduan Lengkap untuk Calon Jamaah Banyak jamaah baru merasa bingung...

20 Juli 2026

Amalan-amalan Sunnah yang Sering Terlupakan saat Umrah: Panduan Lengkap untuk Calon Jamaah - Amalan amalan Sunnah yang Sering Terlupakan saat Umrah: Panduan Lengkap untuk Calon Jamaah Banyak jamaah baru merasa bingung...

Ringkasnya, artikel ini membantu calon jamaah memahami poin penting sebelum memilih fasilitas perjalanan umroh.

Amalan-amalan Sunnah yang Sering Terlupakan saat Umrah: Panduan Lengkap untuk Calon Jamaah

Banyak jamaah baru merasa bingung bukan karena tidak siap berangkat, tetapi karena belum tahu detail kecil yang menentukan kenyamanan ibadah. Artikel ini membantu Anda memahami amalan-amalan sunnah yang sering terlupakan saat umrah: panduan lengkap untuk calon jamaah dengan cara yang ringkas, praktis, dan mudah diterapkan sebelum berangkat.

Umrah, Momentum Spiritual yang Sering Kurang Dimaksimalkan

Umrah adalah ibadah istimewa yang Rasulullah ﷺ sebut sebagai penghapus dosa di antara dua umrah. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, beliau bersabda:

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

"Antara umrah yang satu ke umrah berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga." (HR. Bukhari no. 1773, Muslim no. 1349).

Sayangnya, banyak jamaah terlalu fokus pada urusan logistik dan jadwal padat, sehingga melupakan amalan sunnah yang justru bisa memperkaya pengalaman spiritual mereka. Artikel ini insyaallah akan mengupas tuntas amalan-amalan sunnah yang kerap terlewat, dilengkapi dalil sahih dan faidahnya.

1. Mandi Sunnah dan Memakai Wangi Sebelum Ihram

Apa Dasar Sunnahnya?

Rasulullah ﷺ menganjurkan mandi sebelum ihram, baik dalam keadaan junub maupun tidak. Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:

"Dari Zaib bin Tsabit radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melepas pakaian ketika ihram lalu bertalbiyah (ihlal), lalu mandi." (Hadits ini hasan diriwayatkan oleh Tirmidzi) [HR. Tirmidzi, no. 830. Syaikh 'Abdullah Al-Fauzan mengatakan bahwa hadits ini didhaifkan oleh 'Uqaili dan Ibnu Ma'in].

Faidah Praktis:

  • Kesucian lahir dan batin: Mandi sunnah membantu mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual sebelum memulai ibadah.
  • Sunnah yang sering diabaikan: Banyak jamaah langsung memakai ihram tanpa mandi terlebih dahulu.
  • Wangi-wangian untuk laki-laki: Dianjurkan memakai minyak wangi di badan (bukan di kain ihram) karena Rasulullah ﷺ melakukannya sebelum ihram (HR. Muslim no. 1189).

Disunnahkan untuk memakai minyak wangi ketika ihram, sebagaimana dikatakan oleh 'Aisyah Radhiyallahu anha:

"Aku memakaikan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam wangi-wangian untuk ihramnya sebelum berihram, dan ketika halalnya sebelum thawaf di Ka'bah." [HR Bukhari no.1539, dan Muslim no. 1189].

Tips:

  • Mandi di miqat atau sebelum berangkat ke miqat.
  • Hindari wewangian berlebihan agar tidak mengganggu jamaah lain.

2. Talbiyah dengan Penuh Kesadaran, Bukan Sekadar Bacaan Rutin

Apa Dasar Sunnahnya?

Talbiyah (Labbaik Allahumma labbaik...) adalah dzikir utama saat ihram. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Tidak ada seorang Muslimpun yang bertalbiah kecuali akan ikut bertalbiah apa yang ada di samping kanan dan kirinya dari batu, pohon ataupun tanah, sampai ujung bumi dari arah ini dan arah ini" maksudnya adalah kanan dan kirinya. HR. Tirmidzi (828) dan dishahihkan oleh Al-Albani.

Faidah Praktis:

  • Menguatkan niat: Talbiyah mengingatkan bahwa umrah hanya untuk Allah.
  • Dilakukan sejak miqat hingga mulai thawaf: Banyak jamaah berhenti talbiyah setelah sampai Mekah, padahal sunnahnya terus dilantunkan sampai memulai thawaf.
  • Suara lantang untuk laki-laki, perlahan untuk wanita: Sesuai hadits, Rasulullah ﷺ mengeraskan talbiyah (HR. Bukhari no. 1549).

Dari Khallad bin As-Saa'ib, dari ayahnya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jibril datang kepadaku, lalu memerintahkanku agar aku menyuruh sahabat-sahabatku mengeraskan suara mereka dengan bacaan talbiyah." [HR. Abu Daud, no. 1814; Tirmidzi, no. 829; An-Nasai, 5:162; Ibnu Majah, no. 2922; Ahmad, 27:89-90; Ibnu Hibban, no. 3791].

Perintah mengeraskan bacaan talbiyah adalah untuk laki-laki, sedangkan untuk perempuan disunnahkan dengan suara lirih.

Kesalahan yang Sering Terjadi:

  • Hanya membaca talbiyah sekali atau dua kali, lalu diam.
  • Tidak memahami maknanya, sehingga talbiyah jadi kurang bermakna.

3. Idtiba' dan Ramal Saat Thawaf: Sunnah yang Jarang Diketahui

Apa Itu Idtiba' dan Ramal?

  • Idtiba': Membuka pundak kanan dengan menjulurkan kain ihram di bawah ketiak kanan.
  • Ramal: Berjalan cepat dengan langkah pendek di tiga putaran pertama thawaf (khusus pria).

Dasar Sunnah:

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma:

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya datang mengunjungi Ka'bah." Kaum Musyrikin berkata, "Dia datang kepada kalian, padahal fisik mereka telah dilemahkan oleh penyakit demam yang melanda kota Yatsrib (Madinah)."

Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan para sahabatnya agar berlari-lari kecil pada tiga putaran pertama dan berjalan biasa antara dua rukun (sudut). Dan tidak ada yang menghalangi beliau apabila (beliau ingin) memerintahkan mereka agar berlari-lari kecil untuk semua putaran, namun hal itu tidak lain kecuali sebagai kemurahan beliau kepada mereka." (HR. Bukhari no. 1602)

Faidah Praktis:

  • Meneladani Rasulullah ﷺ: Beliau melakukannya untuk menunjukkan kekuatan kaum Muslimin di hadapan musyrikin.
  • Hanya di thawaf qudum (thawaf pertama): Tidak disyariatkan di thawaf lainnya.
  • Sering terlupakan: Banyak jamaah tidak tahu atau tidak melakukannya karena tidak diajarkan.

4. Shalat Sunnah di Belakang Maqam Ibrahim

Apa Dasar Sunnahnya?

Allah berfirman:

"Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: 'Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud'." (QS. Al-Baqarah: 125).

Faidah Praktis:

  • Pahala besar: Shalat di tempat mustajabah.
  • Bisa dilakukan di mana saja di Masjidil Haram: Jika penuh, tidak harus persis di belakang maqam.
  • Dianjurkan membaca Surah Al-Kafirun (rakaat 1) dan Al-Ikhlas (rakaat 2).

5. Sa'i dengan Tadabbur, Bukan Sekadar Jalan Cepat

Apa Dasar Sunnahnya?

Sa'i mengikuti jejak Hajar, istri Nabi Ibrahim 'alaihis salam, yang berlari antara Shafa dan Marwah mencari air untuk Ismail. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Lakukanlah sa'i karena Allah mewajibkan kepada kalian untuk melakukannya." (HR. Ahmad 6: 421. Syaikh Syu'aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits tersebut hasan).

Faidah Praktis:

  • Lari kecil (jariah) di antara dua lampu hijau: Khusus pria, sebagai bentuk semangat meneladani Hajar.
  • Banyak berdoa: Setiap naik ke Shafa dan Marwah, disunnahkan membaca: "Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illallah wahdahu la syarika lah..."

Kesalahan Umum:

  • Terburu-buru tanpa menghayati makna sa'i.
  • Tidak berdoa saat di atas Shafa dan Marwah.

6. Memperbanyak Dzikir dan Doa di Multazam

Apa Itu Multazam?

Multazam adalah area antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah, tempat mustajab untuk berdoa.

Dasar Sunnah:

Beriltizam pada Multazam. Ini dilakukan dalam rangka mencontoh Nabi shallalahu 'alaihi wa sallam di mana beliau beriltizam dengan cara menempelkan dadanya dan pipinya yang kanan, kemudian pula kedua tangan dan telapak tangan membentang pada dinding tersebut. Ini semua dalam rangka merendahkan diri pada pemilik rumah tersebut yaitu Allah Ta'ala.

Faidah Praktis:

  • Berdoa dengan khusyuk: Usai thawaf, sempatkan berdiri di Multazam.
  • Tidak berebutan: Jika ramai, bisa berdoa dari jarak yang memungkinkan.

7. Sedekah dan Berbagi di Tanah Suci

Apa Dasar Sunnahnya?

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614)

Faidah Praktis:

  • Berbagi makanan atau air zam-zam: Sunnah yang sering dilupakan.
  • Membantu jamaah lain: Misalnya, membelikan kursi roda untuk lansia.

8. Shalat Tahajud di Masjidil Haram

Apa Dasar Sunnahnya?

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik dari 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom." (HR. Bukhari no. 1190 dan Muslim no. 1394, dari Abu Hurairah)

Faidah Praktis:

  • Waktu mustajab: Sepertiga malam terakhir adalah saat terbaik untuk berdoa.
  • Kesempatan langka: Jarang jamaah yang bangun tahajud padahal pahalanya berlipat.

9. Puasa Sunnah Setelah Umrah

Apa Dasar Sunnahnya?

Dari Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barangsiapa berpuasa Ramadhan lalu mengikutinya dengan enam hari di Syawal, maka seakan-akan ia berpuasa setahun penuh." (HR. Muslim no. 1164).

Faidah Praktis:

  • Menambah pahala: Puasa sunnah setelah umrah memperpanjang keberkahan ibadah.
  • Bisa puasa Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh (13,14,15 Hijriyah).

Umrah yang Bermakna adalah yang Mengikuti Sunnah

Umrah bukan sekadar ritual fisik, tapi perjalanan spiritual yang seharusnya dipenuhi dengan sunnah-sunnah Rasulullah ﷺ. Dengan memperhatikan amalan-amalan di atas, insyaallah umrah kita lebih berkah dan diterima.

Tips Terakhir:

  • Buat checklist amalan sunnah.
  • Pelajari doa-doa dari sumber terpercaya seperti Yufid.
  • Jangan terburu-buru, nikmati setiap proses ibadah.

Semoga artikel ini bermanfaat dan menjadi panduan bagi calon jamaah umrah. Aamiin.

Kesimpulan

Dengan persiapan yang tepat, ibadah umroh bisa dijalani lebih tenang, tertib, dan bermakna. Jika masih ragu memilih waktu, paket, atau kebutuhan dokumen, calon jamaah dapat berkonsultasi dengan tim Sahabat Qolbu agar perjalanan lebih terarah sejak awal.

Komentar

Belum ada komentar di perangkat ini.