7 Budaya Arab Saudi yang Akan Jamaah Temui Saat Umroh
Perjalanan umroh bukan hanya tentang melaksanakan rangkaian ibadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Selama berada di Arab Saudi, jamaah juga akan bersentuhan dengan berbagai tradisi, kebiasaan sosial, kuliner, pakaian, dan warisan budaya masyarakat Saudi yang telah diwariskan lintas generasi. Mulai dari secangkir qahwa dengan kurma hingga suasana pasar tradisional, semuanya bisa menjadi pengalaman tersendiri selama berada di Tanah Suci. Arab Saudi memiliki budaya yang beragam dari satu wilayah ke wilayah lain. Situs resmi Visit Saudi menempatkan keramahtamahan, pakaian tradisional, kuliner regional, majlis, serta pasar dan kerajinan lokal sebagai bagian penting dari identitas budaya Saudi. UNESCO juga mencatat sejumlah warisan budaya takbenda Saudi, termasuk kopi Arab, majlis, kurma, kaligrafi Arab, hingga tradisi kerajinan. Kunjungi Saudi Arabia
30 September 2026

Pembuka
Datang ke Arab Saudi untuk umroh berarti memasuki lingkungan budaya yang mungkin berbeda dari keseharian jamaah Indonesia. Di Makkah, Madinah, bandara, hotel, restoran hingga pusat perbelanjaan, jamaah akan melihat bagaimana tradisi lama tetap hidup berdampingan dengan kehidupan Saudi yang semakin modern.
Salah satu hal yang menarik adalah kuatnya budaya menghormati tamu. Kopi Saudi atau qahwa dan kurma masih menjadi simbol penyambutan dan kemurahan hati. Di sisi lain, jamaah juga akan menemukan pakaian tradisional, kuliner khas, seni kaligrafi dan berbagai ekspresi heritage yang membuat perjalanan ke Tanah Suci memiliki dimensi budaya selain dimensi spiritual.
7 Budaya Arab Saudi yang Menarik Diketahui Jamaah Umroh
1. Qahwa dan Kurma sebagai Simbol Menyambut Tamu
Jangan heran jika suatu saat jamaah disuguhi secangkir kecil kopi berwarna terang bersama kurma. Saudi coffee atau qahwa merupakan bagian penting dari tradisi keramahtamahan. UNESCO mengakui kopi Arab sebagai warisan budaya yang melambangkan kemurahan hati; dalam tradisinya, tamu dan orang yang lebih tua biasanya mendapat penghormatan lebih dahulu ketika kopi disajikan.
2. Budaya Majlis dan Menghormati Tamu
Dalam masyarakat Saudi dikenal tradisi majlis, yaitu ruang pertemuan sosial untuk menerima tamu, berdiskusi dan menjaga hubungan antarmasyarakat. Majlis bukan sekadar ruangan, tetapi bagian dari tradisi sosial yang terus bertahan hingga sekarang. UNESCO telah mencatat majlis sebagai bagian dari warisan budaya takbenda yang juga terkait dengan Saudi Arabia. UNESCO ICH
3. Pakaian Tradisional yang Tetap Menjadi Identitas
Jamaah akan sering melihat pria Saudi mengenakan thobe, sedangkan pakaian tradisional perempuan memiliki beragam bentuk dan gaya. Menariknya, pakaian tradisional Saudi tidak sepenuhnya seragam karena desain, warna dan bordir dapat berbeda antardaerah. Jadi pakaian juga menjadi salah satu cara masyarakat Saudi menampilkan identitas daerahnya. Kunjungi Saudi Arabia
4. Kuliner Saudi yang Berbeda di Setiap Daerah
Arab Saudi memiliki keragaman kuliner yang cukup luas. Visit Saudi menyebut Jareesh sebagai hidangan nasional Saudi, sementara daerah Makkah antara lain dikenal dengan Saleeg. Bagi jamaah Indonesia, mencicipi makanan lokal dapat menjadi pengalaman menarik di sela perjalanan, selama tetap memperhatikan kecocokan makanan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Kunjungi Saudi Arabia
5. Kurma Bukan Sekadar Oleh-Oleh
Jamaah tentu sangat akrab dengan kurma. Namun di Saudi, pohon kurma, pengetahuan budidaya, serta tradisi yang berkaitan dengannya merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat. UNESCO mencatat pengetahuan, keterampilan dan tradisi terkait pohon kurma sebagai salah satu unsur warisan budaya takbenda. Karena itu, kurma memiliki nilai yang lebih luas daripada sekadar makanan atau buah tangan.
6. Kaligrafi Arab dan Kerajinan Heritage
Jamaah akan banyak menjumpai kaligrafi Arab pada dekorasi, karya seni, suvenir hingga berbagai elemen visual di Arab Saudi. Seni kaligrafi Arab telah masuk dalam daftar warisan budaya takbenda UNESCO. Saudi juga memiliki beragam tradisi kerajinan seperti ukiran logam, tenun tradisional, hingga seni dekorasi daerah yang memperlihatkan kekayaan budaya dari berbagai wilayah.
7. Souq dan Pasar Tradisional sebagai Ruang Budaya
Selain pusat perbelanjaan modern, pasar tradisional atau souq tetap menjadi salah satu tempat menarik untuk mengenal kehidupan lokal. Di sana jamaah dapat menemukan kerajinan, makanan, pakaian, parfum, kurma dan berbagai produk khas. Visit Saudi sendiri merekomendasikan pasar tradisional dan acara kebudayaan sebagai tempat untuk mengenal kerajinan, kuliner dan kebiasaan regional Saudi lebih dekat. Kunjungi Saudi Arabia
Penutup
Memahami budaya lokal membuat jamaah tidak hanya datang sebagai pengunjung, tetapi juga menjadi tamu yang lebih siap menghormati kebiasaan masyarakat setempat. Namun perlu diingat, Arab Saudi memiliki wilayah dan komunitas yang beragam sehingga tidak semua kebiasaan dilakukan dengan cara yang persis sama di setiap tempat. Kunjungi Saudi Arabia Bersama Sahabat Qolbu Tour & Travel, perjalanan umroh dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat ibadah sekaligus mengenal lebih dekat kehidupan dan budaya di Tanah Suci.
Sahabat Qolbu Tour & Travel Travel Umroh Sunnah & Haji Resmi Berangkat Umroh, Pulang Berhijrah.
Komentar
Belum ada komentar di perangkat ini.